Teori Bimbingan Konseling, Pengertian, Mafaat, Tujuan, Asas dan Prinsip


Home » Bimbingan Konseling » Teori Bimbingan Konseling, Pengertian, Mafaat, Tujuan, Asas dan Prinsip

Kenapa saya menulis teori bimbingan konseling di blog saya ini? Tentu saja karena saya memiliki latar belakang pendidikan tersebut. Tulisan ini saya persembahkan pada adik-adik kelas sejurusan yang sedang belajar di bangku kuliah. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian semua.

Bimbingan konseling adalah tools yang sangat membantu saya dalam membantu setiap masalah klien. Memang selain itu saya menggunakan hipnoterapi dalam pendekatan saya. Sedikit lulusan BK yang akhirnya terjun secara professional di bidang tersebut. Di Indonesia sendiri konsep konseling tidak begitu familiar, maka dari itu saya membungkusnya dengan konseling kartu tarot. Metode tersebut sangat luar biasa menarik bagi klien, di awal dulu setiap bulan kurang lebih ada 10 s/d 15 klien datang untuk sesi.

Ah tapi saya tidak membicarakan hal tersebut di sini, mari kita bicara tentang teori bimbingan dan konseling terlebih dahulu.

Pengertian Bimbingan Konseling

Ada banyak sekali teori bimbingan konseling dari para ahli, dan pasti akan membuat tulisan kali ini begitu panjang. Untuk mempersingkat tulisan ini, maka saya mengambil teori dan definisi dari sumber terkini saja. Sumber-sumber baru tersebut akan lebih relevan untuk Anda. Berikut beberapa teori para ahli

Definisi Bimbingan

  • Suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan terus menerus kepada seorang individu agar ia mencapai kemampuan diri untuk dapat mengerti dirinya sendiri serta merealisasikan dirinya sejalan dengan potensi untuk dapat melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan, baik dalam keluarga, dalam sekolah dan hubungan masyarakat, yang akan membuat akhirnya individu tersebut mencapai perkembangan diri yang maksimal. Wisnu Pamuja Utama (2011)
  • Sebuah bentuk bantuan atau bentuk pertolongan yang diberikan oleh ahli kepada seorang individu atau sekelompok individu guna menghindari dan mengatasi kesulitan-kesulitan hidup yang dialami, agari ndividu tersebut dapat mencapai level kesejahteraan diri dalam kehidupan mereka. Bimo Walgito (2004: 4-5) 
  • Proses pemberian sebuah bantuan yang diberikan oleh seseorang orang yang ahli dalam bidangnya kepada seorang individu atau sekelompok individu, baik anak, seorang remaja, atau seseorang yang sudah dewasa; dengan tujuan agar orang yang mendapat bimbingan memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri serta mandiri dengan menyadari kekuatan individu serta sarana yang tersedia dan hal tersebut dapat dikembangkan berlandaskan norma-norma hidup yang ada di masyarakat. Prayitno dan Erman Amti (2004: 99)
  • Suatu kegiatan terorganisir guna memberikan pertolongan secara terstruktur dan sistematis kepada individu atau kelimpok dalam membuat program penyesuaian diri mereka terhadap berbagai macam masalah yang sedang dihadapinya, misalnya maslaha serang individu dalam bidang jabatan, kependidikan, kesehatan, dan pribadi – sosial. United States Office of Education (Arifin, 2003)

Definisi Konseling

  • Komunikasi pribadi yg dilakukan dengan cara tatap muka dua orang individu -yang mana- seorang konselor melalui komunikasi tersebut itu menggunakan kemampuan khusus yang telah dipelajarinya untuk memfasilitasi situasi belajar tertentu. Dalam hal ini, konseli (klien) dibantu dalam proses memahami dirinya sendiri, memahami keadaannya saat ini, dan memahami potensi keadaannya di masa depan yang mungkin saja dapat ia kreasikan dengan menggunakan seluruh potensi diri yang ia miliki agar mencapai kesejahteraan pribadi dan masyarakat. Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101
  • Rangkaian kegiatan yang dilakukan dan paling pokok dari usaha bimbingan dalam rangka membantu konseli (klien) yang dilakukan dengan cara tatap muka untuk tujuan tertentu yaitu seorang klien dapat bertanggung jawab sendiri terhadap dirinya dalam berbagai permasalahan atau masalah khusus dirinya. Winkel (2005:34)
  • Suatu tindakan profesional antara dua orang yaitu konselor yang terlatih bersama klien. Tindakan ini acapkali bersifat individual atau perorangan, meskipun dalam prosesnya terkadang bisa melibatkan lebih dari dua orang. Tikdanan tersebut diprogram untuk membantu seorang klien dalam memahami serta memperjelas pandangan mereka terhadap ruang lingkup kehidupan pada dirinya, sehingga mereka dapat membuat pilihan-pilihan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Jones (Insano, 2004 : 11)

Definisi Bimbingan dan Konseling

  • Bimbingan Konseling adalah sebuah usaha pemberian bantuan kepada peserta didik yang dilakukan baik bersifat secara perorangan / individu maupun secara kelompok agar mereka dapat mandiri serta berkembang secara presisi, dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan bidang karier, dengan menggunakan berbagai jenis layanan serta kegiatan-kegiatan pendukung lainnya berlandaskan berbagai norma yang ada di masyarakat. Menurut Prayitno, dkk. (2003)
  • Bimbingan dan Konseling adalah sebuah langkah upaya untuk memberikan bantuan terhadap murid pendidikan agar mereka dapat paham dengan dirinya sendiri sehingga mereka sanggup bertindak dengan baik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tugas perkembangan individu jiwanya. Usaha ini dilakukan dengan terprogram dan terus menerus. Menurut Azzet (2013:11)
  • Bimbingan dan Konseling adalah suatu layanan atau bantuan bagi para peserta didik, bersifat secara perorangan / indovidu maupun beberapa orang / kelompok, agar mereka mandiri serta berkembang baik secara optimal, terutama dalam pribadi, sosial, belajar dan bidang karir, hal ini dilakukan melalui berbagai macam layanan serta kegiatan pendukung lainnya yang masih berlandaskan aspek norma yang berlaku dalam masyarakat. Keputusan Mendikbud No. 025/1995

Tujuan Bimbingan Konseling

  • Secara umumnya, tujuan pelayanan BK yaitu layanan yang bertujuan membantu konseli (klien) untuk dapat: (1) membantu membuat rencana kegiatan penyelesaian proses belajar, mengembangkan karir serta kehidupan konseli di masa depan; (2) pengembangan potensi-potensi dan keunggulan yang dimiliki olehnya semaksimal mungkin; (3) proses penyesuaian diri dengan lingkungannya dalam lingkup pendidikan, masyarakat, serta dalam area kerjanya; (4) mengatasi hampatan-hambatan dan tantangan yang dihadapi saat proses studi, penyesuaian diri dengan lingkungan di pendidikan, dalam masyarakat, maupun dalam area pekerjaan.
  • Secara khusus tujuan dari bimbingan dan konseling sendiri dalam lingkup sekolah adalah agar peserta didik (siswa), dapat: (1) meningkatkan seluruh potensi dirinya semaksimal mungkin; (2) mengatasi kesulitan-kesulitan pada saat mereka memahami dirinya; (3) mengatasi berbagai kesulitan pada saat memahami lingkungan mereka, yang meliputi lingkungan dalam sekolah, dalam keluarga, area pekerjaan, maupun sosial-ekonomi, dan juga kebudayaan; (4) mengatasi kesukaran dirinya dalam memahami dan menyelsaikan masalahnya sendiri; (5) mengatasi kesukaran pada saat menyalurkan bakat, minat, dan kemampuannya dalam bidang studi dan karirnya; (6) memperoleh pertolongan yang tepat dari berbagai pihak selain sekolah guna mengatasi permasalahan yang tidak dapat dibantu oleh sekolah tersebut.

Fungsi Bimbingan Konseling

Di bawah ini adalah fungsi-fungsi BK yang dijelaskan sesuai dengan Hallen, 2003:60:

Fungsi Pemahaman 

Membantu memberi pemahaman kepada berbagai pihak tertentu dalam hal mereka yang membutuhkan bantuan untuk pengembangan diri individu.

Fungsi Pencegahan 

Upaya pencegahan individu dari berbgai permasalahan yang berpotensi menghambat tugas-tugas perkembangan dirinya.

Fungsi Pengentasan 

Usaha untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dari siswa atau peserta didik, sehingga mereka dapat berkembang dengan maksimal sesuai dengan tugas-tugas perkembangan dirinya.

Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan 

Upaya untuk memberikan layanan untuk tujuan mendampingi proses perkembangan diri peserta didik / siswa dan membantu menggali potensi diri sehingga berkembang secara optimal.

Fungsi Advokasi 

Fungsi advokasi yaitu sebuah fungsi yang ada dalam bimbingan dan konseling dengan tujuan menghasilkan advokasi tertentu dengan kata lain pembelaan terhadap hak-hak peserta didik / siswa dalam usaha pengembangan segala potensi diri mereka secara optimal.

Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Seorang tokoh yang tidak asing lagi bernama Prayitno, menuliskan bahwa layanan dalam BK mencakup 19 layanan utama, yaitu:

Layanan Orientasi

Layanan orientasi sendiri adalah layanan konseling dengan memungkinkan seorang klien dapat memahami lingkungan baru yang mereka masuki sehingga dapat mempermudah serta memperlancar peran sosial seorang klien dalam lingkungan yang baru tersebut.

Layanan Informasi

Layanan informasi adalah layanan konseling dengan tujuan klien menerima serta memahami seluruh informasi yang mereka dapat sehingga bisa dipergunakan untuk bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan mereka sendiri.

Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran adalah layanan konseling dengan tujuan seorang klien akan memperoleh penempatan dirinya dan penyaluran potensi mereka yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan bakat tertentu dari masing-masing individu.

Layanan Penguasaan Konten

Layanan penguasaan konten yaitu bentuk layanan konseling dengan tujuan untuk memungkinkan klien dapat mengembangkan diri sendiri dalam hal sikap serta kebiasaan belajar dengan baik, memahami materi pelajaran tertentu yang sesuai dengan kecepatan memahami maupun kesulitan proses belajarnya.

Layanan Konseling Individual

Konseling individual yaitu sebuah proses belajar menggunakan hubungan koneksi khusus secara personal dengan serangkaian proses wawancara yang dilakukan oleh konselor dan konseli / klien.

Layanan Bimbingan Kelompok

Bimbingan kelompok dikhususukan untuk mencegah hal tertentu atau berkembangnya suatu masalah. Isi kegiatan dalam bimbingan kelompok itu sendiri terdiri atas pemaparan informasi yang berkaitan dengan problem pendidikan, bidang karir, bidang pribadi, dan bidang sosial tertentu yang tidak didapat dalam bentuk pelajaran biasa.

Layanan Konseling Kelompok

Upaya memberikan bantuan terstruktur kepada sekelompok individu agar dapat memudahkan mereka dalam proses perkembangan dan pertumbuhan dirinya. Selain untuk pencegahan, program konseling kelompok juga dapat bersifat menyembuhkan.

Layanan Mediasi

Layanan mediasi adalalah layanan konseling dengan fokus permasalahan atau dapat juga sebuah perselisihan yang dialami oleh seorang klien dengan berbagai pihak sehingga mendapat penyelesaian dengan adanya konselor sebagai seorang mediator.

Layanan Konsultasi

Suatu proses konsultasi yaitu bentuk penyediaan bantuan berupa teknis untuk klien, orang tua klien, maupun pihak lainnya dalam hal menggali dan membenahi masalah yang dapat membatasi optimalisasi peserta didik dalam lingkup sekolah. 

Mau Curhat Gratis? Klik [ Kotak Curhat – A letter for Yourself ]

Asas Bimbingan Konseling

Asas Kerahasiaan

Yaitu asas yang meminta seorang konselor menjaga kerahasiaan data atau privasi konseli. Informasi yang didapat hanya boleh digunakan untuk keperluan terapi dan dalam persetujuan pihak konseli.

Asas Kesukarelaan

Yaitu asas adanya kerelaan antara dua orang yaitu konselor dengan konseli untuk menjalani setiap proses layanan yang diperuntukkan dalam proses konseling.

Asas Keterbukaan

Yaitu asas yang meminta agar konselor serta konseli untuk bersikap terbuka serta tidak berpura-pura dalam proses konseling, hal ini berlaku dalam memberikan sebuah keterangan atau dalam proses penerimaan berbagai pengaruh dari luar yang mungkin saja dapat berguna untuk membantu proses konseling.

Asas Kegiatan

Yaitu asas menuntut agar seorang konselor dan seorang konseli bersama-sama berpartisipasi secara aktif dalam menjalani rangkaian program dalam layanan BK.

Asas Kemandirian

Asas Kemandirian sendiri adalah asas penting yang menunjukkan proses bimbingan dan konseling pada tujuan umum, yaitu seorang konseli diharapkan dapat melakukan program yang diberikan secara mandiri dan tidak bergantung.

Asas Kekinian

Asas Kekinian Yaitu masalah yang dihadapi adalah masalah saat ini, bukan kenangan masa lalu yang sudah lampau.

Asas Kedinamisan

Asas Kedinamisan Yaitu program layanan berkembang ke tujuan yang ingin dicapai, tidak monoton dan tanpa adanya tolok ukur kemajuan.

Asas Keterpaduan

Asas Keterpaduan Yaitu menciptakan program-program yang mendukung layanan lainnya. Mencari berbagai sumber dan koneksi lainnya.

Asas Kenormatifan

Asas Kenormatifan Yaitu melandaskan segala program agar sesuai nilai serta norma di masyarakat..

Asas Keahlian

Yaitu asas yang menuntut bahwa seorang konselor memang adalah ahli di bidangnya, bukan orang yang ditunjuk tanpa adanya latar belakang pendidikan dan kemampuan yang memadai di bidang ini.

Asas Alih Tangan Kasus

Yaitu asas yang mewajibkan seorang konselor untuk berkolaborasi dan mencari pertolongan pada pihak lain apabila ada kasus-kasus tertentu yang tidak dapat ia tangani. Pihak lain tersebut dapat berupa rekan sejawat dari sekolah lain. Namun dalam bidang tertentu maka disarankan untuk diberikan pada ahli tertentu yang sesuai.

Asas Tut Wuri Handayani

Asas ini menghendaki seorang konselor sebaiknya mengayomi dan melayani seluas-luasnya seperti yang diharapkan oleh Ki Hajar Dewantara.

Prinsip Bimbingan Konseling

Prayitno beserta Erman Amti (1999) telah mengklasifikasikan berbagai prinsip dalam bimbingan dan konseling menjadi bagian:

  1. Prinsip mengenai sasaran pelayanan 
  2. Prinsip mengenai individu
  3. Prinsip mengenai program pelayanan 
  4. Prinsip mengenai tujuan pelaksanaan pelayanan

Kode Etik

Kode Etik Bimbingan Konseling

Etika pada dasarnya adalah sebuah sistem prinsip dengan landasan moral, etika merupakan suatu bentuk masyarakat berbudaya. Sebuauh aturan mengenai tindakan yang diikuti yang mencakup masalah perilaku sekelompok manusia. Kode Etik didefinisikan sebagai sebuah bentuk standar, aturan, pedoman, serta nilai-nilai luhur yang berperan mengatur mengarahkan sikap dan perbuatan atau tindakan seseorang dalam suatu organisasi, profesi, atau korporasi bagi para professional, organisasi beserta anggota di dalamnya, serta interaksi dalam lingkup antar pekerja atau dengan anggota, serta dengan masyarakat.

Kode Etik untuk Bimbingan dan Konseling di Indonesia tentu saja wajib dipatuhi dan ditaati oleh semua pengurus dan anggota yang tergabung dalam organisasi bertingkat nasional maupun daerah (tertlis dalam Anggaran Rumah Tangga ABKIN, Bab II, Pasal 2).

Etika Profesi dalam Bimbingan dan Konseling yaitu serangkaian kaidah-kaidah perilaku untuk sebagai rujukan bagi para konselor dalam pelaksanaan tanggung jawabnya saat memberikan layanan bimbingan dan konseling pada seluruh konseli. Kaidah-kaidah dalam perilaku tersebut yang dimaksud adalah:

  • Tiap-tiap orang mempunyai hak untuk menerima penghargaan diri sebagai manusia; dan menerima layanan konseling professional tanpa melihat latar belakang suku, agama, maupun budaya.
  • Tiap-tiap individu berhak untuk mengembangkan potensi diri dan mengarahkan diri menuju yang terbaik.
  • Tiap-tiap orang berhak untuk mendapat pilihan dan bertanggung jawab pada keputusan yang mereka ambil.
  • Tiap-tiap konselor akan membantu proses perkembangan semua konseli dengan layanan bimbingan dan konseling yang profesional.
  • Hubungan antara konselor-konseli sebagai simbiosis yang membantu satu sama lain dengan dilandaskan kepada kode etik yang berlaku (etika profesi).

Tujuan Kode Etik Profesi Konselor

  • Melindungi hak dan kewajiban konselor yang telah menjadi anggota asosiasi tertentu dan juga konseli sebagai orang yang menerima layanan.
  • Mendukung tiap visi dan misi ABKIN / Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.
  • Kode etik adalah prinsip-prinsip dasar yang berguna untuk memberikan panduan bagi perilaku etis seorang konselor saat memberikan layanan professional bimbingan dan konseling.
  • Kode etik ini akan membantu peran konselor dalam hal membangun kenyamanan dalam kegiatan layanan konseling yang profesional.
  • Kode etik adalah sebuah landasan saat menghadapi serta menyelesaikan berbagai keluhan serta problem yang dihadirkan dari anggota asosiasi.

Dasar Kode Etik Profesi Konselor

  • Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945
  • Undang-Undang No. 20 Thn 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional
  • Peraturan Pemerintah RI No. 19 Thn 2005 Mengenai Standar Nasional Pendidikan (pasal 28 ayat 1, 2 dan 3 mengenai standar pendidik serta tenaga kependidikan)
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 27 Thn 2008 mengenai Standar Kualitas Akademik serta Kompetensi Konselor
  • PP RI No 74 Thn 2008 perihal profesi Guru

Demikian artikel yang saya tulis tentang teori bimbingan konseling, semoga dapat bermanfaat. Oh iya, saya juga sempat mempelajari keilmuan hipnoterapi. Cobalah, itu adalah salah satu tools powerful yang dapat ditambahkan dalam kaidah keilmuan konseling Anda.

Daftar Pustaka

  • Azzet, Akhmad Muhaimin. 2013. Bimbingan & Konseling di Sekolah. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
  • Prayetno dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Depdiknas.
  • Prayetno dan Emti, Erman. 2009. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rieneka Cipta.
  • Balitbang. 2006. Panduan dan Pengembangan Diri: Pedoman untuk Satuan Pendidika Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP dan PUSBANGKURANDIK.
  • Hallen, A. 2002. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Ciputat Pers.
  • Nurihsan Juntika. 2006. Bimbingan dan Koseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. PT RFIKA ADITAMA : Bandung
  • Prayitno dan Erman Amfi. 1995. Dasar-dasar Bimbingan Konseling. Reneka Cipta : Jakarta
  • https://www.asikbelajar.com/tujuan-bimbingan-dan-konseling-di/
  • https://www.academia.edu/9020225/DEFINISI_BIMBINGAN_DAN_KONSELING_MENURUT_BEBERAPA_AHLI
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Bimbingan_dan_Konseling_(BK)
  • https://www.kajianpustaka.com/2018/02/pengertian-fungsi-tujuan-dan-asas-bimbingan-konseling.html
  • https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/apa-itu-bimbingan-konseling
  • https://belajarpsikologi.com/pengertian-bimbingan-dan-konseling/
  • https://www.konselingindonesia.com/read/9/jenis-jenis-layanan-dalam-bk.html
  • https://kusdiyono.files.wordpress.com/2013/09/81a-lampiran-iv-pedoman-umum-pembelajaran.pdf
  • http://konselorbugis.blogspot.com/2013/09/kode-etik-profesi-konselor-indonesia.html