Cara Membaca Pikiran Orang Lain Lewat Bahasa Tubuh, Mikro Ekspresi


Home » Psikologi » Cara Membaca Pikiran Orang Lain Lewat Bahasa Tubuh, Mikro Ekspresi

Teknik dan Cara MEMBACA PIKIRAN ORANG LAIN (Metode Psikologi, Bahasa, Mikro Ekspresi, dan Cold Reading), menarik bukan?

Panduan ini disusun dan dirangkum agar menjadi lengkap namun diusahakan agar tetap informatif dan efektif untuk digunakan. Sayangnya ini tidak selengkap course/ kursus untuk mendalami cara membaca pikiran orang lain dari 0 hingga mahir.

Semua yang ditulis di sini gratis, jadi silahkan dibaca dengan tuntas. Apabila kamu punya Teknik yang bisa kamu pakai untuk baca pikiran, kamu bisa juga share ke saya melalui kotak curhat.

* Tutorial ini perlu dilakukan dengan cara bertahap, jadi bookmark blog ini karena kamu pasti akan perlu membukanya lagi suatu hari nanti. Kita akan mulai sesaat lagi.

Cara-cara Membaca Pikiran Orang Lain

Agar kita membaca pikiran orang lain ternyata ada banyak aspek dan element yang perlu digunakan. Apabila biasanya kita mendapati beberapa artikel sejenis, pastinya hanya akan mengupas salah satu aspek saja.

Pada kesempatan ini akan mari bahas secara utuh mengenai aspek spesifik yang kita perlukan agar kita dapat membaca pikiran orang lain dengan lebih akurat. Meskipun hanya menggunakan satu aspek bidang saja, atau malah hanya dengan secuil dari materi tersebut sudah bisa kita gunakan untuk dapat membaca isi pikiran orang yang ada di depan kita.

Tapi apabila bisa kita pelajari semuanya, kenapa hanya setengah?

Di bawah ini bagian-bagian ilmu yang bisa kita gunakan sebagai referensi dalam membaca pikiran.

Ingat bahwa membaca pikiran di sini bukanlah ilmu PASTI, semua hal tersebut adalah asumsi yang muncul dalam pikiran kita sendiri dari kesimpulan yang kita ambil berdasarkan pengamatan terhadap seseorang.

Maka saat muncul asumsi dalam pikiranmu, cobalah klarifikasi semua asumsi tersebut pada orang yang bersangkutan. Hal tersebut akan menjadi alat berlatih yang baik, sehingga akurasimu semakin naik.

Membaca Pikiran dengan Psikologi

Kita semua pasti pernah dengar itu psikologi, namun beberapa orang entah kenapa beranggapan bahwa bahwa seorang psikolog sudah pasti mampu membaca pikiran.

Padahal sama sekali tidak benar, ranah dan bidang yang dipelajari dalam psikologi itu amat sangat luas kategorinya. Memang sih ada beberapa konsentrasi yang khusus mempelajari cara berpikir manusia, namun tidak semua psikolog mau menggunakan itu. Mereka tidak dididik untuk menjadi pembaca pikiran, melainkan seorang psikolog.

Pada prinsipnya, psikologi itu memperhatikan kecenderungan dari pola-pola yang ada pada manusia, dan ini bisa kita pakai sebagai alat untuk membaca pikiran mereka.

Tenang, kita tidak akan belajar semua ilmu psikologi, nanti kamu capek. Kita akan pelajari beberapa hal yang berkaitan dengan ini saja. Soalnya akan menghabiskan bertahun-tahun untuk mempelajarinya, belajar soal aliran psikologi saja pasti kamu sudah akan muak.

Dan semua yang kamu pelajari itupun tidak dapat membuat kita menjadi seorang yang jago membaca pikiran.

Coba deh baca artikel sebelumnya tentang Aliran Psikologi,
di sana sudah ditulis rangkupannya lengkap.

Saya sendiri juga adalah seorang tarot reader, hypnotherapist, dan kalau dipanggung sering saya juga sering disebut sebagai MENTALIST.

Di atas panggung, saya sering menggunakan berbagai teknik yang saya pelajari untuk memberikan efek membaca pikiran orang, memprediksi sesuatu dan menghipnosis orang lain.

Sayangnya, semua hal itu tidak didapat di bangku kuliah dan mata kuliah psikologi lainnya. Yang dilakukan orang seperti saya di atas panggung bukanlah belajar secara akademis, tapi penerapan dari beberapa bidang yang dipelajari dan diterapkan di atas panggung.

Aplikasi dari semua teknik yang dipelajari ternyata mampu menciptakan efek luar biasa yang berguna untuk membantu orang lain. Sering dicap sebagai dukun, yah meskipun julukan itu dipakai saat ini menjadi dukun curhat.

Oke, mari back to topik.

Perlu nggak sih kita bahas soal teori psikologi? Aaah baiklah, sedikit aja ya…

Psikologi diambil dari bahasa latin, terdiri dari dua “psyche” satunya lagi “logos”. Psyche diartikan dengan jiwa, sedangkan logos sendiri dapat diartikan dengan pengetahuan. Berdasarkan pengertian ini, berarti intinya psikologi ini ilmu yang mendalami mengenai kejiwaan. Saat ini, pemahaman tentang psikologi ini telah banyak berkembang karena para ilmuwan Psikologi lebih fokus pada mempelajari perihal perilaku manusia.

Morgan (1987) dalam teorinya mengungkapkan bahwa psikologi itu ilmu yang mendalami tentang perilaku binatang dan manusia, serta aplikasinya pada problem yang dihadapi manusia. Bidang keilmuan ini memang menurut sejarah dibuat berlandaskan eksperimen dari banyak ahli sebelumnya, beberapa diantaranya ialah Skinner, Pavlov, Gordon Allport dan banyak lagi tokoh lainnya. Aaah Panjang deh pokoknya, kalau mau tau googling sendiri ya…hehe

Poin penting dalam aspek psikologi yang dipelajari pada tulisan ini adalah :

  • Kita hanya akan membahas beberapa hal spesifik, bukan semua aspek dalam psikologi.
  • Karena prinsip ilmu ini adalah tentang kecenderungan perilaku manusia, penting agar kita mengamati orang-orang terdekat di sekitar kita. Sebab, kita perlu menambah yang masuk dalam pikiran bawah sadar dengan cara melakukan pengamatan dan pengalaman.
  • Kita fokus pada bidang dan cara yang bisa kita manfaatkan dalam proses membaca pikiran. Psikologi disini berguna sebagai alat untuk menterjemahkan kecenderungan dari tindakan seseorang.

Materi tentang pikiran bawah sadar sudah pernah saya tulis, silahkan cari menu sitemap di bagian paling bawah website ini. Itu adalah daftar isi dari website ini. Ini penting untuk dipahami karena sebagai dasar dan landasan kita memahami perilaku manusia.

Salah satu teknik psikologi yang paling mudah digunakan dalam membaca pikiran Adalah saat Anda mengamati pola perilaku tertentu dari seseorang.

Misal, apabila seseorang sering menggunakan warna pink pada pakaian atau aksesoris yang ia pakai. Kemungkinan besar warna favoritnya adalah pink, maka cobalah untuk klarifikasi padanya dengan pertanyaan “apa benar warna favoritmu pink?”.

Contoh kedua, misalkan kita melihat seseorang yang sering berbicara namun tiba-tiba dia banyak diam maka kemungkinan sedang ada sesuatu masalah yang terjadi. Cobalah klarifikasi dengan kata-kata “aaahhh memang ya, hidup itu sering kali ada masalah tidak terduga yang terjadi… aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu yang kurang enak, kamu boleh cerita kok”.

Jika asumsimu benar, maka dia akan menceritakan masalahnya. Ini adalah cara membaca pikiran dengan teknik psikologi

Membaca Bahasa Tubuh

Kenapa bahasa tubuh terpisah dengan psikologi? Jawabannya adalah karena kedua hal ini berbeda, meskipun keduanya sama-sama mempelajari mengenai perilaku manusia namun dalam bahasa tubuh / body language lebih spesifik yang dipelajari.

Bahasa tubuh akan lebih spesifik memperhatikan gerakan tertentu yang muncul sebagai RESPON dari hal yang terjadi dari dalam maupun dari luar dirinya. Dan ini bersifat jangka pendek, bukan pengamatan jangka panjang.

Misalnya,

Perhatikan seseorang yang sedang menelepon, apabila dia berdiri tegak dan sedikit menganggukkan kepala serta badannya saat mengatakan “iya, baik”. Kemungkinan orang tersebut sedang menerima telepon dari atasan atau orang yang lebih memiliki power dari dia.

Dalam psikologi, kita melakukan pengamatan karakter seseorang dan memberikan kesimpulan tertentu secara general mengenai suatu hal tertentu. Sebaliknya jika dalam bahasa tubuh, kita justru mengamati gerakan yang muncul dari tubuhnya. Dari gerakan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa dia tidak nyaman, marah, senang, tersinggung atau malu.

Biasanya orang-orang yang belajar bahasa tubuh digunakan secara spesifik untuk mengetahui lawan bicara berkata jujur atau sedang bohong. Singkatnya bahasa tubuh ini dapat di gunakan sebagai tambahan tools untuk mendeteksi kebohongan.

Nah untuk materi kita ini, cobalah bahasa tubuh menangkap emosi tertentu yang tengah dirasakan oleh lawan bicara kita. Setelah itu cobalah untuk mengaitkan emosi tersebut dengan pokok permasalahan yang sedang dibahas saat itu. Dari sanalah kita bisa menyimpulkan apa isi pikiran lawan bicara tersebut.

Sampai sini pasti anda bisa memahami maksud tilisan ini, membaca pikiran ternyata tidak cukup dengan belajar psikologi saja bahkan bahasa tubuh saja. Karena kita akan sering sekali menjumpai false signal (sinyal palsu) atas bahasa tubuh lawan bicara yang kita hadapi.

Bayangkan jika kita berusaha mencoba membaca pikiran orang yang budaya gerakannya beda dengan kita, pasti akan sering salah. Orang India akan menggeleng kepala jika mengatakan iya, sedangkan orang Indonesia akan mengangguk. Nah, ini akan menjadi masalah berikutnya.

Tentunya jika di tambah dengan pengetahuan tentang MICRO EXPRESSION akan membuat tingkat akurasi kesimpulan kita lebih tinggi lagi.

Membaca Mikro Ekspresi (Gerakan Mimik Wajah)

Mikro ekspresi (Micro Expression) adalah sebuah teknik yang diciptakan oleh peneliti bernama Paul Ekman. Teknik ini menitik beratkan spesifik pada gerakan yang muncul di wajah seseorang, jadi apabila seseroang berbohong akan terlihat ada gerakan tertentu yang salah.

Cari sendiri deh biografi Paul Ekman di google, oh iya saya juga punya ebooknya. Kamu mau? Folow aja instagramku @gun_abraham. DM ya…

Teknik ini juga pernah diadaptasi dalam TV series berjudul “LIE TO ME”. Dalam film tersebut, bahkan gerakan pupil mata seseroang dapat dibaca sebagai sinyal kebohongan.

Salah satu contoh yang bisa saya bagikan di sini adalah misalnya kamu melihat seseroang tersenyum, maka coba perhatikan bagian ujung alis luarnya. Apabila bagian tersebut ikut berkerut maka senyumannya tulus dan jujur, apabila tidak maka senyumnya adalah sesuatu yang dipaksakan.

Teknik ini sudah diteliti untuk membaca pikiran orang di berbagai belahan dunia, kelebihan teknik ini adalah bersifat universal. Maksudnya dapat diterapkan di berbagai budaya, tidak seperti body language.

Cara Membaca Pikiran Teknik Cold Reading

Waduh, kalau teknik ini dibagikan secara gratis pasti banyak orang yang memusuhi saya. Tapi baiklah, demi kamu semua saya akan bagikan.

Cold Reading ini pada dasarnya, singkatnya adalah teknik komunikasi. Prinsipnya adalah mencomot hal general dari orang lain lalu membuatnya seolah-olah spesifik. Bisa juga menggunakan hal yang ambigu atau multitafsir.

Hal ini biasanya ada di ramalan zodiak, ada juga di teknik-teknik meramal ala perdukunan. Biasanya saya gunakan di panggung sebagai seorang Tarot Reader & Mentalist. Saya baca ini dari sebuah buku berjudul 13 Steps to Mentalism. Sebetulnya ada dua teknik yaitu COLD READING dan HOT READING, tapi kita bahas yang COLD aja yah… hehe

Oke contohnya begini, waktu itu saya berada di sebuah coffee shop dan sedang berbincang asik bersama beberapa teman wanita. Tiba-tiba ada teman lain dari teman saya tadi yang datang menghampiri, dia cantik, menggunakan rok pendek, wangi dan datang sendirian.

Saya diperkenalkan oleh teman saya “hai ini mas Gun, dia seorang tarot reader” ucapnya.

Hai mas, saya mau dong dibacain soal pasangan saya” sahutnya.

Lalu ku jawab dengan cepat “Pasangan yang mana dulu nih?”.

Seketika ekspresinya langsung berubah dan memandang teman disebelahnya sambil tersipu malu, seperti orang yang ketahuan belangnya.

Kembali ku timpali dengan kalimat “iya kan nggak cuma satu nih, mau yang mana?”

“Kok bisa tau sih mas? Iihhh serem dehhh” jawabnya sambil menggunakan bahasa tubuh yang melindungi dirinya.

Oke kita bahas ya, pada saat wanita tersebut datang dan masuk dalam pembicaraan saya memiliki beberapa asumsi. Asumsi pertama dia jomblo karena datang sendirian, asumsi kedua dia puya beberapa pasangan maka dia lebih suka pergi sendirian (biar nggak ketahuan).

Tapi saat itu dia menanyakan tentang pasangannya. Mungkin saja asumsi pertamaku salah, maka dari itu muncul pertanyaan “pasangan yang mana dulu nih?”. Pertanyaan tersebut sebetulnya adalah klarifikasi, bermakna ganda.

Kalau dia jomblo dia akan bermakna bahwa saya menanyakan “mana pasangannya”, kebetulan dia sesuai dengan asumsi keduaku yaitu punya pasangan lebih dari 1 maka pertanyaan tersebut akan berubah makna menjadi “pilihan pasangan yang ia miliki”.

Sekali lagi, pertanyaan tersebut AMBIGU dan punya dua arti jika dilihat oleh dua orang dengan keadaan yang berbeda.

Kemudian ria memunculkan reaksi tertawa dan melihat temannya. Kesimpulanku semakin kuat, maka pertanyaan tadi diperkuat dengan kata-kata “iya kan nggak cumun satu”.

Sehingga seolah-olah aku bisa membaca dengan SPESIFIK dan TEPAT! Prinsipnya seperti segitiga terbalik deh pokoknya, dari hal yang luas dan ambigu lalu dipersempit lebih spesifik. Jangan bayangin sempak lho ya… (nah ini cold reading juga).

Silahkan coba teknik ini ke orang terdekatmu, lalu lihat efeknya.

Tujuan dari Belajar Cara Membaca Pikiran Orang

Setiap orang punya tujuan berbeda kenapa ia belajar membaca pikiran orang. Saya tidak tahu pasti apa motivasi kalian sampai pada halaman ini. Namun, agar lebih mudah dalam mempelajari teknik ini, yuk Analisa dulu kamu termasuk tipe orang yang mana.

  • Penasaran Aja sama Cara Kerja Pikiran

Kalau Cuma penasaran, dari tulisan ini ajasudah cukup. Hal ini juga bisa menaikkan konsp diri kamu.

Baca juga tentang apa itu konsep diri

  • Waspada

Kalau untuk meningkatkan kewaspadaan, belajar bahasa tubuh akan sangat membantu kamu di kehidupanmu.

  • Entertainer

Untuk menjadi seorang yang dapat menghibur entah itu secara professional di panggung atau dikehidupan sehari-hari, pelajari keseluruhan namun tidak perlu secara mendalam.

  • Edukator dan Praktisi (Guru, Trainer, Pengajar)

Kalau ingin menjadi seorang pengajar di bidang ini, maka carilah referensi yang mendalam. Kenali istilah-istilah penting, update jurnal terbaru dan pelajari secara detail dan mendalam.

  • Konsultan / Therapist

Kalau ingin menjadi konsultan tetap perlu belajar secar mendalam, namun kita tidak perlu meghafal istilah-istilahnya. Kita hanya perlu menaikkan jam terbang dan fokus pada praktik-praktik dan praktik untuk diterapkan di profesi kita.

Cara Belajar Membaca pikiran Orang Yang Efektif

Nah, dari cara yang tertulis di atas maka silahkan cari referensi yang lebih mendalam. Literatur-literatur atau video tutorial lainnya.

Cara belajar membaca pikiran orang yang efektit justru datang dari langkah demi langkah yang dilakukan perlahan. Pelajari satu hal lalu praktik, pelajari yang lainnya lagi lalu praktik. Terus begitu, jika ada kesalahan lakukanlah evaluasi.

Polanya Pelajari metodenya – Praktik – Evaluasi dan ulangi terus. Minimal kita harus punya 10.000 jam terbang. Baru nanti akan terbiasa dengan tekniknya.

Yahh… itulah tadi pembahasan yang campur-campur dari Cara Membaca Pikiran Orang dengan Psikologi, Bahasa Tubuh, Mikro Ekspresi dan Cold Reading. Belum dijelaskan lengkap saja sudah sepanjang ini kan?.