Mati Rasa Dalam Psikologi atau Emotional Numbness, Temukan Solusinya

Home » Psikologi » Mati Rasa Dalam Psikologi atau Emotional Numbness, Temukan Solusinya

Ada sebuah fenomena unik yaitu mati rasa dalam psikologi atau yang juga sering disebut Emotioanl Numbness.

Mati rasa secara emosional adalah hal yang dialami oleh kebanyakan orang pada beberapa titik tertentu dalam rentang hidup mereka. Biasanya, keadan ini hanya akan bersifat sementara dan tidak permanen.

Tetapi, bagi sebagian manusia ternyata emotional numbness ini merupakan cara hidup agar mereka dapat melindungi diri, terutama melawan rasa sakit secara emosional juga rasa sakit fisik.

Jika kamu sempat berpikir, “aku kayaknya udah mati rasa deh” atau “Kok rasanya hidupku kayak hampa ya?“, itu mungkin tanda awal bahwa ada suatu kondisi mental helath yang perlu dicek.

Bisa jadi karena hal ini, kamu mungkin akan kesulitan mengidentifikasi sisi emosi dalam dirimu sendiri atau bahkan tidak dapat berinteraksi sosial. Nah, kita bahas yuk

Apa itu Emotional Numbness / Mati Rasa dalam Psikologi?

Marya Mendes, seorang psikolog pernah berkata dalam Verywell Mind bahwa Emotional numbness adalah suatu proses emosional dan mental dimana sesorang menutup perasaan terhadap berbagai hal serta mungkin mereka mengalami defisit reaktivitas emosional (respons).

Saat hal ini terjadi, penderita yang mengalami hal ini seolah akan mendapat rasa lega untuk sementara waktu yang memungkinkan ia dapat melanjutkan kehidupannya seperti biasa tanpa terjadi apa-apa.

Namun biasanya seiring berjalannya waktu, cara-cara perlindungan terhadap dirinya ini akan bertambah menjadi dominan sehingga mulai menahan dirinya untuk interaksi pada orang lain dan tentunya mulai pelan-pelan mengalami kesulitan mendapatkan perasaan-perasaan positif.

Tanda Kamu Mengalami Mati Rasa dalam Psikologi

Tanda-tanda ini bukanlah hal yang dapat dijadikan acuan untuk self-diagnose atau mendiagnosis diri sendiri. Namun, apabila hal ini terjadi pada diri Kamu segera temui psikolog atau psikiater terdekat untuk cek diri kamu.

– Hilangnya minat terhadap aktivitas yang dianggap penting

Setiap orang pasti memiliki aktifitas atau kegiatan yang dianggap penting. Hal-hal tersebut seperti hobi, pekerjaan, impian atau apapun yang memiliki tujuan.

Apabila hal-hal tidak ada lagi hal yang dianggap penting atau tidak memiliki minat pada hal apapun lagi, maka hal ini perlu diperhatikan. Mungkins saja kamu mulai mengalami mati rasa dalam psikologi.

– Merasa diri semakin jauh dan terpisah dari lingkungan dan orang lain

Normalnya, manusia dengan lancar mau dan berminat berinteraksi dengan orang lain. Pada penderita numbless ini ternyata semakin hari semakin jauh dan terpisah dari lingkungan.

– Hidup datar, baik datar fisik ataupun datar emosional

Pada saat seharusnya bahagia, ia tidak bisa mengungkapkan. Pada saat sedih, ia bingung tentang apa yang ia rasakan. Bahkan sering kali mereksa sudah tidak merasakan apapun lagi terhadap apa yang terjadi.

Terus menerus gagal dalam mengelola perasaan. Sulit mendapatkan perasaan positif dan negatif seperti kebahagiaan, kesedihan, dll

– Orang yang Mengalami Mati rasa dalam psikologi Biasanya Semakin suka menyendiri daripada berinteraksi dengan lingkungan

Kebanyakan dari mereka tidak mampu berpartisipasi dalam lingkungan secara penuh. Ia lebih cenderung menyendiri, anti sosial. Sedikit memiliki empati dan simpati, acuh terhadap fenomena yang terjadi di sekelilingnya. Bukan karena tidak peduli, namun mereka bingung tentang apa yang terjadi.

Penyebab Emotional Numbness

Mati rasa dalam psikologi dapat terjadi karena akibat dari pengalaman derita rasa sakit baik fisik maupun emosional.

Mekanisme diri melindungi agar tidak mengalami rasa sakit lagi dengan mematikan atau melepaskan pengalaman dari perasaan yang terhubung dengan situasi sebelumnya merupakan solusi yang dianggap benar oleh diri kita sendiri.

Hal-hal yang mungkin menjadi penyebab itu diantaranya:

  • PTSD (gangguan stres pasca-trauma)
  • Duka dan Trauma Mendalam
  • Stres yang Sangat Berlebihan
  • Gangguan Depresi
  • Pernah Mengalami Kekerasan fisik
  • Peranah Mengalami Pelecehan Baik Secara Mental atau Fisik
  • Pernah Kecanduan Obat Terlarang

Kunjungi Juga: Curhat Gratis

Beberapa Saran Mengatasi Emotional Numbness

Pada dasarnya berbagai opsi untuk perawatan yang dapat membantu seseorang yang mengalami gangguan mata rasa. Tentunya opsi-opsi ini dapat mengurangi gejala lalu menstimulus mereka agar kembali hidup dengan sejahtera secara mental. Beberapa opsi perawatan diantaranya:

Ceritakan Pengalaman Mati Rasa Dalam Psikologi mu pada Profesional

Apabila gejala-gejala yang tertulis di atas muncul pada diri kamu, segera cari psikolog / psikiater / dokter terdekat. Saat ini bahkan jauh lebih mudah karena ada banyak layanan psikologi online.

Psikolog akan membantu kamu menggali penyebab trauma dan mendiskusikan dengan kamu mengenai cara penanganan masalah ini dengan baik.

Ubah Gaya Hidup

Mengubah gaya hidup agar lebih berdaya dan mencari tujuan hidup baru dapat menjadi alternatif cara untuk memperbaiki keadaan mental kamu.

Memperluas Pertemanan

Lingkungan atau support system adalah hal yang amat sangat membantu kamu dalam meringankan beban yang kamu hadapi.

Pastikan bahwa lingkungan kamu memang orang yang dapat memahami keadaan mental kamu saat ini. Tinggalkan mereka yang tidak support.

Mulai Olah Raga

Menjaga kesehatan fisik juga adalah bagian yang penting. Fisik yang bugar akan berpengaruh pada hormon dan dapat memengaruhi mood.

Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup dapat membuat keadaan tubuh menjadi berjalan normal, tentu akan mendukung kesehatan mental. Pernahakah kamu mendengar istilah “MENS SANA IN CORPORE SANO” yang artinya Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Belajar Meditasi Untuk Mengatasi Mati Rasa Dalam Psikologi

Meditasi atau yoga juga disarankan agar dapat mengatasi masalah-masalah mental yang dialami, dengan meditasi kamu juga dapat lebih memahami diri kamu sendiri.

Mati rasa dalam psikologi kerap kali terlihat setelah gangguan dari stres pasca-trauma (PTSD). PTSD merupakan masalah gangguan mental akibat pengalaman traumatis. Demikian, semoga tulisan ini membantu kamu.