NLP – Neuro-Linguistic Programming


Home » NLP » NLP – Neuro-Linguistic Programming

Tulisan kali ini membahas mengenai NLP, atau singkatan dari Neuro-linguistic programming. Sebuah pengetahuan yang tentu saja wajib sekali dipahami, terutama oleh orang yang mempelajari bidang psikologi dan keilmuan pengembangan diri lainnya.

Langsung saja, baca artikel lengkapnya di bawah ini!

Apa itu NLP

Neuro-Linguistic Programming yang disingkat menjadi NLp adalah suatu pengetahuan yang mendalami tentang struktur dalam diri seorang manusia serta bagaimana hal tersebut bisa dimodifikasi untuk digunakan dalam hal yang bermanfaat terutama untuk diri sendiri. Dalam pengetahuan NLP, setiap perilaku manusia memmiliki komponen internal yang mendukungnya.

Neuro-linguistic programming itu sendiri diciptakan oleh dua orang tokoh keren yang bernama Richard Bandler serta satu lagi bernama John Grinder di kota California, USA pada sekitar 1970-an. Pada awalnya isi dari teori NLP ini adalah tentang pendekatan di dalam komunikasi, pengembangan diri pribadi, dan bagian-bagian psikoterapi.

Jadi NLP merupakan singkatan yang berasal dari kata Neuro Linguistic Programming.
– Neuro = Syaraf, sistem syaraf otak serta saraf di dalam semua tubuh kita.
– Linguistic = Bahasa, baik bahasa verbal maupun bahasa non verbal
– Programming = bahasa komputer pemrograman

Richard Bandler serta John Grinder mengatakan adanya koneksi antara neurologi (“neuro” / Syaraf ), dengan bahasa (“linguistic”) yang berdampak pada pola perilaku sesorang yang mereka pelajari melalui serangkaian pengalaman (“programming”) dan mereka mengasumsikan bahwa hal itu dapat dimodifikasi untuk mencapai arah tertentu dalam tujuan kehidupan.

Manfaat Belajar NLP (Neuro-Linguistic Programming)

Richard Bandler bersama John Grinder mengatakan jikalau NLP dapat membantu menyelesaikan masalah psikis seperti pobia, gangguan depresi, kebiasaan buruk, penyitas psikosomatik, gangguan miopi, dan gangguan-gangguan belajar, acapkali hanya menggunakan satu sesi terapi saja.

Baca Juga Apa itu Meta Model dalam NLP

NLP sudah diadopsi oleh tokoh-tokoh hipnoterapis, biasanya diajarkan dalam seminar yang diadakan untuk bisnis korporasi dan pemerintahan.

Selain itu, berikut beberapa manfaat yang dapat diambil menurut sumber yang penulis temukan:

  • Membangun koneksi pribadi yang berkualitas lebih tinggi bersama mereka yang kita datangi dan melakukan kontak sehari-hari.
  • Membangun hubungan yang dekat bersama klien, pelanggan ataupun rekan kerja sehingga akan membangun hubungan saling menguntungkan;
  • Menjalankan kendali atas emosi diri sehingga kita bisa secara efektif mengatur pikiran serta perasaan kita. Mengendalikan cara kita merasa terhadap sesuatu dapat menaikkan level kepercayaan seseorang dalam hal apapun yang sedang dicapai dan dapat juga memperkuat potensi untuk melakukan hasil yang terbaik setiap saat;
  • Memahami fleksibilitas dengan skala lebih besar sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan pilihan-pilihan respon dan hasil lebih besar dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita, serta cara-cara kreatif agar dapat menyelesaikan masalah;
  • Mengembangkan teknik yang efektif agar dapat berkomunikasi dengan baik dan mempertimbangkan aspek kepekaan kita terhadap diri kita sendiri serta orang lain, dan yang paling penting meningkatkan skill persuasif;
  • Menginstall program pikiran agar hasil yang dari tujuan diinginkan dapat tercapai baik dalam hal bisnis, relasi, romansa, keluarga, dan sebagainya.

Sejarah Singkat NLP

Bermula dari suatu studi yang menelaah tentang kehebatan tokoh-tokoh psikoterapis dalam menyelesaikan para pasiennya, NLP dapat berkembang menjadi salah satu metodologi yang digunakan dalam mengidentifikasi aspek-aspek utama perilaku manusia serta menelaah berbagai pendekatan yang dipakai untuk dapat mengatasi perilaku tersebut.

Richard Bandler mulanya diundang oleh seorang tokoh bernama Dr. Robert Spitzer, ia pemilik berbagai macam koleksi buku sains mengenai perilaku manusia. Bandler diundang untuk menghadiri berbagai pelatihan yang diajarkan salah satu pemateri bernama Fritz Perl yang juga seorang psikiater yang menciptakan terapi Gestalt, serta Virginia Satir, seorang tokoh psikoterapis terkenal reputasinya karena menangani banyak problem rumah tangga. Kehebatan dua tokoh tersebut dalam membangun perubahan signifikan terhadap para kliennya mendorong seorang Bandler untuk menggali lebih jauh gaya serta metode mereka.

Setelah melewati serangkaian pengamatan serta diskusi, Bandler juga Grinder akhirnya menjadi partner untuk menciptakan berbagai karya. Karya-karya itu membahas berbagai cara therapeutic dan penerapan pola bahasa yang bisa memengaruhi klien agar dapat terjadi perubahan diri secara signifikan. Karya-karya mereka dituangkan pada beberapa judul buku, yaitu:
– The Stucture of Magic Volume I (1975)
– The Structur of Magic Volume II (1976)
– Changing with Families (ditulis bersama Satir tahun 1976)

Karya-karya mereka sendiri mengusung suatu konsep modelling yang nantinya dikenal dengan nama meta-model, pencetus dasar konsep mula-mula dari NLP.


Sumber:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_neurolinguistik
  • http://azharmind.blogspot.com/2012/01/neuro-linguistic-programming-teknik.html
  • http://meta-mind.com/article/item/apa-itu-nlp.html
  • http://www.nlpindonesia.com/about_nlp
  • http://neonlp.org/sejarah-nlp/