Philophobia – Orang yang Susah Jatuh Cinta


Home » Romansa » Philophobia – Orang yang Susah Jatuh Cinta

Philophobia adalah kondisi traumatik akan percintaan seseorang. Ciri paling dominan penyintas Philopobia adalah akan mendapati gejala-gejala aneh layaknya mual, pusing, gangguan tidur, dan lain sebagainya. Saat ini justru yang lebih konsen membahas ini forum dari luar negeri.

Sayang sekali diantara orang di luar sana yang menikmati serunya dinamika romansa, ada orang -orang yang menderita karena susah untuk mengalami jatuh cinta.

Apa itu Philophobia?

Philo berasal dari bahasa Yunani yang berarti Cinta, sedangkan Phobia adalah rasa takut berlebihan dan tanpa alasan logis, bisa jadi hal tersebut tidak berbahaya. Nah, kita tahu sekarang bahwa philophobia adalah rasa takut berlebih untuk mencintai dan dicintai. Phobia ini sering kali hinggap pada diri wanita, meskipun ada juga pria yang mengalaminya.

Orang yang mengalami gangguan ini bukan tidak ingin merasakan dicintai atau mencintai, sama seperti kita mereka menginginkannya. Namun mereka kerap ketakutan jika mereka tahu ada orang yang mencintai dirinya, gelisah, tidak nyaman, takut, bahkan sebagian dari mereka sampai ada yang memilih untuk permusuhan. Mereka ragu-ragu dan SELALU akan memiliki sudur pandang yang negatif tentang cinta.

Apa penyebab Philophobia?

Orang tidak begitu saja mengalami problem ini, pastinya ada sebab yang mengakibatkan orang menderita hal ini. Nah, penyebab tersebut bisanya berasal dari kehidupan masa lalu mereka. Berikut ini adalah beberapa kecenderungan yang menjadi penyebab orang mengidap gangguan ini:

  • Pola asuh yang salah dari orang tua
  • Perlakuan tidak menyenangkan di masa lalu tentang kisah cinta
  • Perceraian orang tua yang begitu membekas
  • Melihat korban siksaan karena hubungan percintaan sehingga tidak ingin dirinya mengalaminya
  • Pergauland dengant teman saat anak-anak
  • Kegagalan dalam kisah cintanya yang begitu mendalam (batal menikah, kegagalan rumah tangga, tidak direstui dll)

Apa saja tanda seseorang mengalami gangguan Philophobia?

Perlu dicatat bahwa tidak semua orang yang memilih single atau hidup sendiri berarti ia menderita gangguan ini. Semua perlu dikaji dan didiagnosis lebih lanjut mengenai ketakutan yang orang tersebut alami. Berikut beberapa tanda yang dapat Anda gunakan:

  • Selalu saja ketakutan dan menghindari topik tentang percintaan
  • Menjauhkan diri dari hal-hal yang berpeluang menghadirkan cinta
  • Panik, gugup, resah, ketakutan, melarikan diri, dan bisa membenci apabila ia bertemu langsung dengan sesuatu yg berpotensi sebagai cinta
  • Penderita merasa lebih baik mati daripada merasakan cinta
  • Berusaha untuk menghindari dari segala bentuk pikiran atau khayalannya tentang cinta
  • Tidak jarang ia lebih suka menyendiri dan murung karena takut bertemu orang lain yang dapat berpotensi cinta
  • Adakah orang di sekitar Anda yang mengalaminya? Jika ada, maka ajaklah mereka mencari solusinya.

Kamu Boleh Curhat Juga Kok di Layanan Curhat Online Gratis

Bagaimana Menangani Philophobia?

Bisakah gangguan ini disembuhkan? Tentu saja bisa. Untuk mengatasi hal ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya:

1. Menyadari bahwa si penderita butuh bantuan

Jika seseorang belum merasa ada yang salah dalam dirinya dan belum ingin berubah, maka proses penyembuhan bisa lebih lama. Seseorang yang merasa dirinya bermasalah dan memutuskan untuk meminta bantuan cenderung lebih mudah disembuhkan.

2. Optimis bahwa hal ini dapat diatasi

Memang, gangguan serius seperti phobia satu ini acap kali membuat seseorang menganggap bahwa ‘hal ini mustahil untuk berubah’. Dan faktanya, semua penyintas philophobia bisa sembuh dengan bantuan para professional, misalnya dengan konsultasi psikologi. Dengan persyaratan bahwa si penderita benar-benar srius ingin lepas dari philophobia ini.

3. Belajar dari masa lalu

Semua wujud phobia tentu datang dari beberapa hal yang sempat dilewati, disaksikan, didengarkan, atau dirasa. Semua memory itu diartikan dan dikasih emosi oleh otak kita, emosi itu harus dipisah dari memory peristiwa yang ada. Memory memanglah tidak bisa diganti, tetapi emosi dari memory itu bisa diganti dengan memberikan arti yang lain. Ini kerap dilaksanakan dengan logoterapi.

4. Bantuan Professional

Apabila gangguan ini sudah cukup parah dan membuat penderita kesulitan menjalani aktifitas sehari-hari maka perlu adanya bantuan terapi dari professional di bidang PSIKOLOGI. Penderita bisa datang ke psikolog, konselor, psikiater, hypnotherapist, psikoanalyst, atau siapapun yang bekerja di bidang kesehatan mental.

Pencegahan Terhadap Philophobia

Beberapa cara yang bisa kalian praktekan untuk mengurangi gejala philophobia adalah sebagai berikut:

Pikiran Relaks dan Tenang

Penderita akan merasakan kegelisahan yang mendalam (anxciety disorder) apabila dia merasakan cinta atau jatuh cinta. Hal tersebut disebabkan dalam otak dia mengirimkan sinyal tanda bahaya. Layaknya seorang yang sedang merasa dalam bahaya, dia akan mengartikan cinta sebagai sesuatu yang harus dihindari. Dia akan mulai gelisah yang berlebihan, mual, dan pusing. Hal yang perlu dilaksanakan pada waktu ini ialah sistem berbicara dalam diri sendiri dan memprogram pemikiran dengan afirmasi positif. Kalian dapat mengelak “Tenang, ini cuma sekadar pusing biasa dan mual saja. Pasti dirimu akan jauh lebih tenang!!”

Menghindari Stress

Salah satu pemicu kegelisahan berlebihan adalah stres. Hindari kejadian-kejadian yang memaksa kamu untuk berpikir terus menerus. Taruh anda pada aktivitas yang anda sukai untuk mengubah perhatian kamu, seperti hoby atau beberapa hal yang lain menentramkan.

Baca Juga: PENYEBAB FRIENDZONE

Mengurangi Kafein Dan Rokok

Kafein yang biasanya terdapat pada kandungan minuman kopi, teh, soda, dsb, akan memicu jantung manusia untuk berdetak lebih kencang dari umumnya. Rokok juga akan memicu kondisi kamu pada jantung yang berdetak lebih cepat, dan jelas pemerintah juga menyatakan jika rokok bisa merusak kesehatan, So, perbanyak konsumsi air putih.

Stop Mengingat Hal Yang Membuatmu Gelisah

Tidak dapat disangkal, manusia hidup selalu punya pengalaman masa lalu. Kemungkina masa lalu kamu bisa menjadi pemicu Philophobia. Kamu harus bisa memaafkan kesalahan di masa lalu. Kamu juga harus melupakan apa yang sudah terjadi dan tak bisa merubah masa lalau. Apa yang kamu punya adalah hari ini dan masa depan. Lakukan sesuatu. Bertanggung jawab pada diri kamu sendiri untuk membuat diri kamu bahagia akan lebih berarti daripada merenungi dan menanti orang lain untuk membahagiakan kamu.

Ubah Cara Pandang Tentang Cinta

Sebagai manusia biasa, memang berat sekali harus membebani diri sendiri akan ketakutan, apalagi ketakutan soal cinta. Semua perasaan telah diciptakan oleh Tuhan. Manusia tidak dapat mengingkari akan hadirnya perasaan sakit, sedih, cinta, bahagia. Berdoa kepada Tuhan agar kamu mampu merubah cara pandang kamu tentang Cinta.

Cerita Dengan Orang Yang Kamu Percaya

Manusia sebagai makhluk sosial akan memerlukan manusia lain. Saat kamu sadar bila kamu mempunyai ketakutan akan cinta, coba narasi dan share sama orang lain.

Bisa jadi cinta datang karna terbiasa dengan dirinya. terbiasa kamu mendengar suaranya, terbiasa berbicara ringan dengan nya, terbiasa tertawa bersama nya. Tak perlu banyak alasan untuk mulai mencintai, karna cinta dapat terjadi begitu saja bahkan sekalipun tanpa kita sadari.

Bersyukurlah jika kamu masih dicintai, bersyukurlah jika kamu masih mampu mencintai.

Mencari Orang Yang Menerimamu Apa Adanya

Menerima diri kamu yang sesungguhnya. Seseorang yang mampu membantu kamu sembuh dari segala hal yang membelenggu kamu. Tidak ragu untuk menerima kamu dan mengatasi ketakutan kamu. Jujurlah pada diri kamu sendiri dan jujurlah pada dirinya, ingin bagaimana dirimu sebenarnya ?

Manusia tidak akan tau cara untuk sembuh bahkan meskipun dirinya sendiri tidak mau mengakui bahwa dirinya sedang sakit. Terimalah keadaan kalian dengan lapang dada dan berusahalah untuk terus sembuh. Ingin untuk selalu dicintai dan mencintai bukanlah sebuah hal yang salah.

Itu dia sekelumit pembahasan megnenai philophobia, semoga membantu.