Standar Bahagia Untuk Kamu yang Terjebak di Hedonic Treadmill Effect

Home » Artikel Pengembangan Diri » Standar Bahagia Untuk Kamu yang Terjebak di Hedonic Treadmill Effect

Standar bahagia, sesuatu yang penting yang perlu kamu tahu. Karena hal ini pastinya akan membuat perjalanan hidup kamu lebih menyenangkan atau tidak.

Kamu bahkan bisa menjadi orang menyenangkan, atau menjadi orang yang amat sangat menyebalkan hanya karena standar bahagia yang kamu terapkan pada dirimu sendiri.

Jadi kamu bisa ambil kaca dan lihat dirimu lalu tanyakan “apakah aku ini menyenangkan? atau justru orang yang amat sangat menyebalkan?”.

Kabar buruknya, standar bahagia ini bisa terbentuk dengan otomatis dan tanpa kamu sadari sama sekali. Tiba-tiba kamu jadi orang yang gampang stress, galau, marah, atau hal tidak menyenangkan lainnya.

Pastinya salah satu dari kamu yang membaca ini pasti yang akan menganggap “ah klise”, “apaan sih ngomong bahagia”, “ah teori doang”, “tua banget sih topiknya” atau komentar sarkastik lainnya. Dan tentu saja itu boleh… ya boleh baget…

Untuk kamu yang mau stay dan baca tulisan ini sampai habis, tentu saja saya sangat mengapresiasi.

Bahagia itu adalah kata absurd yang maknanya tidak jelas, bisa didefinisikan secara subjektif oleh semua orang. Banyak orang beranggapan bahwa bahagia adalah tentang “apa yang manusia dapatkan dalam hidup“.

Maksudnya gini, beberapa orang akan menganggap dirinya bahagia saat kamu memiliki Iphone Terbaru.

Ada juga orang yang standar bahagia nya setelah dia punya mobil mewah. Bahkan lebih variatif lagi, ada juga orang yang bahagia kalau dia punya pacar. Ada yang baru bahagia kalau dia bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Tidak salah memang hal-hal yang barusan kamu baca itu. Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan pastinya kamu akan bahagia. Tapi ada hal yang aneh…

Coba inget lagi deh, berapa banyak benda atau hal-hal lain yang sudah kamu dapatkan dan sekarang rasa bahagia di benda tersebut sudah memudar atau bahkan hilang…?

Banyak? Tentu saja…

Ini juga terjadi pada kasus para pekerja yang naik gaji. Pada saat seseorang bekerja dengan gaji UMR, ia akan membayangkan tentang “jika mendapat gaji 2x lipat, pasti aku bahagia dan cukup”. Itulah standar bahagia yang ia terapkan saat itu.

Beberapa saat setelah ia naik jabatan lalu gajinya ikut naik sesuai dengan apa yang ia harapkan, maka ia akan merasa bahagia. Tak lama kemudian kebahagiaan itu pudar dan menjadi biasa saja.

Bahkan tak lama kemudian “kok gaji segini jadi terasa kecil ya?”. Ya.. lalu gaji yang 2x lipat tadi kembali terasa kurang.

Nah.. itu disebut dengan HEDONIC TREADMILL EFFECT.

Jebakan Standar Bahagia – HEDONIC TREADMILL EFFECT

Nah Hedonic Treadmill Effect adalah sebuah fenomena unik pada manusia. Dalam hal emosi dan kebahagiaan, manusia cenderung akan kembali pada kondisi netral (semula) meskipun mereka telah mendapatkan apapun yang ia dapatkan.

Saat orang menentukan standar bahagia pada level 10, lalu ia dapat menjangkau level 10 tersebut ia akan merasa bahagia sejenak. Setelah beberapa saat level bahagianya akan kembali ke semula lagi.

Tidak hanya itu. Otak akan otomatis berpikir bahwa dengan meningkatkan standar bahagia dari 10 ke 100, maka kamu akan bahagia. Sayangnya saat kamu mencapai 100, kamu tetap akan merasakan hal yang sama.

PENYEBAB STANDAR BAHAGIA KAMU TINGGI

Tentu saja, penyebab hal ini terjadi karena kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada benda, orang, dan situasi tertentu.

Kamu sering membandingkan hidupmu dengan orang lain. Jadi saat orang lain memiliki sesuatu, kamu terpacu untuk memilikinya juga. Hal itulah yang menjadi standar bahagia mu yang baru.

Setelah kamu memiliki apa yang orang lai miliki, kamu pikir kamu akan bahagia dan kamu akan bisa menikmati hidupmu. Eh.. ternyata kamu tetap merasa kurang, nggak bisa memaknai hidupmu, dan kamu bingung mencari pencapaian baru lagi.

EMANG BAHAGIA ITU APA?

Menurut KBBI bahagia /ba·ha·gia/ adalah  keadaan pikiran atau perasaan kesenangan dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Simpel kan sebenarnya?

Kata kuncinya adalah “Keadaan Pikiran” dan “PERASAAN”.

Jadi bahagia itu bukan benda, bukan orang tertentu, bukan sebuah tempat. Tapi keadaan pikiran dan perasaan.

Jadi mengantungkan kondisi pikiran dan perasaanmu ( standar bahagia ) pada benda, orang, tempat atau hal-hal lainnya ternyata adalah sumber ketidakbahagiaanmu selama ini.

Bagus jika kamu bisa mencapainya. Namun jika ternyata seumur hidup kamu tidak bisa memilki benda yang menjadi standar bahagiamu itu, ata tidak bisa berkunjung ke tempat itu, artinya kamu tidak bahagia dong?

Kamu masih sulit untuk bahagia? mungkin saja karena masih menggantungkan standar bahagia mu pada hal yang ada luar diri kamu, berharap suatu hal, benda, tempat, atapu papaun diluar dirimu memberikanmu kebahagiaan…

Dari berbagai macam kasus dalam hal ini, orang yang paling menyebalkan adalah mereka yang terus mengemis, menuntut dan meminta orang lain memberikan kebahagiaan pada dirinya… TOXIC!

Mau curhat soal dirimu? Kunjungi: Curhat Gratis

TURUNKAN STANDAR BAHAGIAMU, INI CARANYA:

STANDAR BAHAGIAMU = HARIMAUMU, iya karena jika semakin hari standard mu semakin tinggi… lalu butuh hal-hal yang lebih besar lagi untuk membuat mu bahagia, itu akan sangat menyebalkan..

Saatnya untuk menurunkan standar bahagiamu, seperti saat kamu masih anak-anak.

Pernahkah kamu mengajak anak-anak usia 6 tahun bermain sebuah permainan tertentu? Lihat reaski ketika mereka kalah, mereka tetap bahagia dan pasti dengan senang hati memainkannya lagi. Ya… dan mereka sudah bahagia..

Terus cara menurunkan standar bahagia itu gimana sih?:

  • Turunin Ekspektasi
    Ekspektasi atau harapan terlalu tinggi akan membuat kamu lebih mudah kecewa saat hal itu tidak tercapai sesuai apa yang kamu mau.
  • Sadari Bahwa apa yang Kamu Inginkan Tidak Harus Dimiliki
    Saat pasangan kamu pergi, atau hal yang kamu punya harus hilang dari hidupmu maka relakanlah. Dunia ini bukan tentang dirimu saja, ada orang lain yang kamu perlu perhatikan.
  • Stop Mengikuti Standar Orang Lain
    Orang lain dengan standar penghasilan 500 juta per bulan dengan kamu yang 2 juta perbulan tentu saja beda. Mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan, sedangkan kamu tidak. Ikuti standar mu sendiri.
  • Lihat kembali Apa yang Sudah Kamu Miliki
    Dari sekian hal yang sudah kamu dapatkan, coba lihat kembali pada hal-hal yang dulu kamu dambakan dan itu membuatmu bahagia. Tanyakan kembali pada dirimu sendiri “kenapa ini sekarang tidak membuatku bahagia?”

Ya…semua akan berujung pada: TIDAK ADA sesuatu hal apapun diluar dirimu sendiri yang dapat membuatmu benar-benar bahagia…kecuali kamu sendiri yang memutuskan untuk BAHAGIA atau tidak….  Ingat, bahaiga itu keadaan pikiran dan perasaan.

Hey… meskipun sejuta orang datang untuk memberimu kebahagiaan, meberimu sejuta benda mewah dan berharga, membawamu ke tempat yang paling indah.

Itu semua tak akan cukup membuatmu bahagia kalau keadaan pikiran dan perasaanmu saja tidak bisa kamu kendalikan!

Turunkan Standar Bahagia mu Sekarang!

~ Gun Abraham