Sugesti Adalah Bagian dari Hypnosis, Begini Aturan Main dan Contohnya


Home » Artikel Hipnotis dan Hipnoterapi » Sugesti Adalah Bagian dari Hypnosis, Begini Aturan Main dan Contohnya

Sugesti Adalah Salah Satu Bagian Dalam Proses Hypnosis dan Hypnotherapy. Artikel kali ini kita akan bahas lebih jauh tentang: Apa itu Sugesti? Bagaimana Contoh Sugesti? Jenis-jenis Sugesti, Cara Suesti yang Benar, Contoh Kalimat Sugesti dan sebagainya.

1. Pengertian Sugesti

Banyak orang mengatakan kata ini dalam kehidupan sehari harinya, kamu mungkin salah satunya. Namun apakah kamu paham apa yang dimaksud dengan ini?

Pada dasarnya arti dari Sugesti itu sederhana, dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Sugesti artinya saran, anjuran. Sesederhana itu saja dasar yang perlu dipahami.

Hal ini juga tertulis dalam wikipedia.

Dari dasar yang benar, maka akan lebih mudah memahami bagaimana kita dapat menerapkannya dalam proses melakukan hypnosis maupun hypnotherapy.

Karena dalam prosesnya, memasukkan saran atau anjuran pada pikiran bawah sadar seseorang tidak semudah definisi yang barusan kamu baca di atas tersebut.

Baa juga: Belajar Cara Hipnotis dari Nol, GRATIS!

2. Cara sugesti yang benar

Untuk mencapai proses yang benar, maka kita perlu memahami dasar yang benar juga. Memang jika dilihat dari segi pengertian, maka kita mendapat arti yang sederhana yaitu saran atau anjuran.

Ingat saat kamu memberikan saran atau anjuran tersebut ada dua kemungkinan, yaitu bisa diterima, bisa juga ditolak. Itu sering terjadi pada diri kita dalam kehidupan sehari-hari.

PR dari seorang prakitisi hipnotist adalah bagaimana saran atau anjuran yang mereka berikan memiliki peluang besar untuk masuk dan diterima oleh lawan bicara.

Bagaimana caranya?

  1. Pahami Cara Kerja Pikiran Bawah Sadar dan perilaku manusia
  2. Lakukan Dalam Time-Frame yang Spesifik
  3. Gunakan Kalimat Sesederhana Mungkin
  4. Lakukan Pengulangan

Untuk dapat membuat susunan kalimat sugesti yang powerful, wajib bagi seorang praktisi hipnotist memiliki skill linguistik diatas rata-rata.

Penjelasan:

2.1. Pahami Cara Kerja Pikiran Bawah Sadar dan Perilaku Manusia

Saat kita memberikan sugesti kepada seseorang dan mereka berada pada keadaan biasa. Maka hal itu akan lebih sulit dilakukan, terutama sat kamu tidak memahami mengenai pikiran bawah sadar.

Pikiran manusia memiliki sebuah filter yang disebut Critical Area, sering juga disebut dengan RAS Reticular Activating System. Gunanya untuk memfilter setiap informasi yang akan dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Untuk meningkatkan efektifitas sugesti yang akan kamu berikan, maka penting untuk perlu memahami bagaimana cara pikiran bawah sadar bekerja.

Untungnya, saya sudah membahas hal ini di bagian sebelumnya tentang: PIKIRAN BAWAH SADAR.

2.2. Lakukan Time-Frame Spesifik

Sugesti akan lebih efektif jika dilakukan dengan disertai keterangan waktu yang spesifik. Karena jika dilakukan dengan keterangan waktu yang ambigu maka lawan bicara akan mempersepsikan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Contohnya Kata Besok, sekilas kita lihat kata ini spesifik. Namun kenyataanya, justru kata ini adalah kata yang ambigu.

Kenapa bisa begitu?

Oke, saya akan gambarkan dalam sebuah studi kasus:

Kamu mensugesti teman kamu untuk menjadi rajin mulai besok dengan kalimat ini:

“Mulai besok kamu akan bangun pagi dan mulai rutin belajar setiap hari”.

Kalimat tersebut tidak salah secara bahasa Indonesia, namun pikiran bawah sadar akan menerima kata besok dengan apa adanya.

Keesokan harinya pikiran bawah sadar masih merekam kata “BESOK” dan akan menganggap itu sebagai “BESOKNYA” lagi, dan terus begitu.

Daripada menggunakan kata besok lebih baik gunakan “Mulai Sekarang, Mulai Detik Ini”.

2.3. Gunakan Kalimat Sederhana

Semakin sederhana kalimat sugesti dan mudah dimengerti akan semakin baik.

Gunakan kata yang sederhana, singkat, mudah dimengerti bahkan untuk anak SD sekalipun. Hal ini akan mempermudah saran atau anjuran tersebut masuk dalam pikiran lawan bicara.

2.4. Lakukan Pengulangan

Sebuah saran, anjuran atau apapun bentuknya akan semakin bagus dan efektif jika dilakukan secara berulang dan terus menerus.

Hal ini akan menciptakan efek yang jauh lebih kuat serta permanen dalam perubahan pada diri seseorang.

3. Jenis-Jenis Sugesti dalam Hypnosis

Dalam ranah hypnotisme, ada beberapa jenis sugesti yang perlu dipahami. Beberapa hal ini akan sangat powerful jika dilakukan dengan teknik yang benar.

Ada dua jenis sugesti yaitu direct (langsung) dan indirect (tidak langsung). Kita cek penjelasannya di bawah ini:

3.1 Direct Suggestion

Menurut dua tokoh beranama Grinder dan Bandler, direct suggestion pada dasarnya lebih ditekankan untuk “menyerang” pikiran sadar seseroang.

Contohnya: “Rilekskan tubuh Anda” (ini merupakan perintah secara langsung), “Anda boleh merilekskan tubuh anda saat ini” (ini merupakan bentuk sugesti yang normal atau sering disebut sugesti positif), “Anda tidak dapat merilekskan tubuh anda, bukan?” (dilakukan secara terbalik, negative inquiry).

Setiap kalimat yang digunakan dalam proses ini mempunyai struktur dan pola yang berbeda-beda. Namun sebetulnya tujuan akhir (goal) yang ingin dicapai tetaplah sama. Goal tersebut yaitu membuat seseorang merilekskan tubuhnya.

Sayangnya direct suggestion ini memiliki beberapa kelemahan yaitu mampu memunculkan atau menaikkan resistensi seorang klien pada sugesti yang dilakukan oleh hypnotist.

Faktor yang menyebabkan resistensi tersebut antara lain, Klien yang:

  1. Dipaksa datang ke terapis.
  2. Status klien lebih tinggi dari rata-rata dan (merasa) otoritasnya lebih tinggi daripada terapis.
  3. Sulit percaya kepada si terapis.
  4. Kurang menyukai si terapis.
  5. Masih memiliki rasa malu atau tidak nyaman.
  6. Memiliki miskonsepsi tentang proses hipnosis / hipnoterapi.
  7. Klien justru memiliki untung saat ia bermasalah (secondary gain).

3.2 Indirect Suggestion

Berbeda dengan Direct Suggestion, Indirect Suggestion tidak bersifat memberikan saran secara langsung. Namun lebih ke arah persuasif atau bujuk rayu yang lebih panjang.

Tujuannya adalah untuk menghindari Resistensi atau penolakan terhadap sugesti yang diberikan.

Dengan metode Indirect Suggestion ini, klien lebih merasa punya kendali atas dirinya sendiri.

Contohnya: “Jika Anda mengizinkan, mulai saat ini Anda merasa nyaman dan setiap tarikan nafas Anda membuat anda semakin malas untuk bergerak dan mengantuk… kelopak mata pun terasa semakin berat serta membuat Anda ingin memasuki kondisi nyaman ini lebih dalam dari sebelumnya”.

Memang akan lebih panjang, namun biasanya ini efektif dilakukan pada orang yang lebih tua, boss sebuah perusahaan besar, atau siapapun dengan status sosial labih tinggi dari rata-rata orang.

Tidak hanya lingusitik, pilihan kata atau struktur bahasa yang penting untuk dipahami dalam hal ini.

Ada beberapa faktor lain yang dapat membuat kekuatan Indirect Sugestion lebih maksimal. Beberapa hal tersebut diantaranya:

1.Verbal (pilihan kata) = 7%
2.Intonasi = 38%
3.Bahasa Tubuh = 55%

Bob Birdwhistel dan Abrahama Mehrebian pernah melakukan penelitian bahwa efek dan pengaruh komunikasi justru dipengaruhi lebih banyak dari hal yang tertulis di atas.

Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa justru bahasa non verbal lebih berperan dominan yaitu 93%. Maka gunakanlah sebanyak mungkin bahasa non verbal yang sesuai dalam proses memeberikan sugesti pada orang lain.

4. Contoh Kalimat Sugesti

Dibawah ini adalah contoh-contoh kalimat sugesti yang sudah ditulis oleh Adi W. Gunawan, seorang professional hypnotherapy.

Silahkan download dan terapkan untuk orang terdekat:

4.1 Memasukan sugesti ke alam bawah sadar

Untuk dapat memasukkan sugesti ke Alam Bawah Sadar, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Buka Dulu Critical Area atau RAS (Reticular Activating System) Seseorang
  2. Lakukan dalam Gelombang Otak Alpha ata Theta
  3. Menggunakan Direct Suggestion
  4. Menggunakan Indirect Suggestion
  5. Lakukan Secara Berulang
  6. Gunakan Time-Frame Saat Ini

4.2 Mensugesti Diri Sendiri

Ada 3 Pilihan yang bisa dilakukan untuk mensugesti diri sendiri, yaitu:

  • Gunakan Rekaman Suara diri Anda Sendiri, dan putar berulang sebelum tidur dan bangun tidur.
  • Datang ke Seorang Terapist
  • Menggunakan Afirmasi yang dilakukan Rutin.

Demikian Artikel yang membahas tentang Apa itu Sugesti? Bagaimana Contoh Sugesti? Jenis-jenis Sugesti, Cara Suesti yang Benar, Contoh Kalimat Sugesti dan sebagainya. Semoga bermanfaat!