Teori Psikologi Gordon Allport – Kepribadian, Watak dan Tempramen


Home » Psikologi » Teori Psikologi Gordon Allport – Kepribadian, Watak dan Tempramen

Gordon Allport ialah seorang tokoh psikologi yang memiliki sudut pandang optimis positif harap kepada manusia. Mereka yang sehat, tidak dapat dikontrol serta dikendalikan oleh kekuatan tidak sadar, kekuatan yang tak terlihat dan terpengaruh apapun, konflik-konflik tidak sadar yang dialami pada masa perkembangan anak-anak. Perilaku tidak sadar ialah perilaku orang dewasa yang cenderung neurotis, mereka sering terjalin atau terikat oleh konflik pada masa kanak-kanak.

Orang yang berjiwa sehat memiliki sikap kesadaran serta tingkat rasional, mereka terbebas dari tuntutan masa lalu dan menuju ke masa saat ini serta memiliki intensi serius ke masa depan, cara pandangnya kedepan, bukan mundur melihat masa ia kecil. Individu ini memiliki tujuan hidup jangka panjang untuk pusat kehidupan diri pribadi, mempunyai kebutuhan yang bersifat continue juga variatif, menyukai hal-hal baru dan tantantangan. Hal ini yang membedakan individu dewasa dan belum dewasa, dilihat dari kepribadian mereka yang sehat dan mereka yang sakit (Gordon Allport, 1955)

Motif dari individu dewasa tidak serta merta merupakan lanjutan dari periode kanak-kanak. Segi pusat dari suatu kepribadian ialah intensi yang dewasa dan sadar, yaitu harapan, impian-impian, dan aspirasi. Bakat intensional (intentional nature) dari suatu kerpibadian yang sehat adalah memperjuangkan pada menuju masa depam, mengintegrasikan dan memperjuangkan seluruh kepribadian sehingga mampu mempertahankan keutuhan dan mengintegrasikan aspek-aspek dan seginya dalam rangka mencapai goals, memiliki suatu kebutuhan yang berkelanjutan, individu tidak suka rutinitas, mereka bersikap kreatif, berani dengan resiko, mau berspekulasi dan mendalami hal-hal baru.

Menurut Gordon Allport, orang dengan neurotis memiliki kelemahan terhadap tujuan yang bersifat jangka panjang serta kepribadiannya terbagi. Kebahagiaan itu bukanlah merupakan tujuan, melainkan adalah hasil atau efek samping dari berhasilnya melakukan integrasi kepribadian saat mengejar tujuan dan aspirasi.

Dorongan kepribadian individu yang sehat mempunyai prinsip menguasai bidang dan kompetensi diri (principle of mastery and competence), bahwa sesuatu yang dewasa dan sehat tidak hanya cukup puas hanya dengan melakukan tingkat yang mudah atau cukup, melainkan mereka sedapat mungkin melampaui tingkat kompetensi yang tinggi, mereka memiliki dorongan dengan sifat konstruktif atau membangun, melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan, fleksibel dan terus menerus. Apabila suatu tujuan telah dicapai, atau harus berhenti, maka sebuah motif baru akan cepat terbentuk. (Allport dalam Schultz, 1991)

Baca Juga: Aliran-Aliran Psikologi Lengkap

Dasar Pemikiran Gordon Allport

  • Individu mempunyai sifat yang khas dan kompleks
  • Faktor yang membentuk perilaku individu adalah kesadaran
  • Mengutamakan masa kini dibanding masa lalu
  • Tidak ada kesinambungan antara normal dan tidak normal, antara masa anak dan masa dewasa
  • Kepribadian adalah masalah yang penting untuk dihadapi menggunakan cara yang terbaik
  • Dinamika dan Struktur Kepribadian

Struktur kepribadian disebut juga dengan trait (sifat), perilaku individu didirong oleh sebuah sifat maka dari itu struktur dan dinamika kepribadian umumnya bersifat satu dan mirip. Selain traits ada juga sikap (attitude) serta intensi (intentions) mereka memiliki posisi atau makna yang sama.

Sifat (traits) dan Sikap (attitude).

Kedua hal ini merupakan cara seseorang untuk merespon, keduanya memiliki sifat yang khas, keduanya bisa memulai dan membimbing. Perilaku dari keduanya merupakan hasil dari proses belajar. Namun jika keduanya diteliti akan memiliki perbedaan:

Sifat (Traits) adalah mekanisme neuro-psikis yang diarahkan dan digeneralisasikan menggunakan kemampuan sehingga dapat mengahdapi berbagai macam stimulus dengan cara yang sama, memulai dan membimbing suatu tingkah laku yang eskpresif dan adaptif secara bersamaan (Allport, 1951)

Sikap (attitude) memiliki ciri khas berhubungan pada sebuah objek, sedangkan sifat itu sendiri (traits) tidak. ‘Sifat’ memiliki makna yang jauh lebih lebar dibanding sikap. Sikap seseorang dapat berbeda dari yang spesifik ke yang general. Sikap dapat memberi penilaian (penerimaan atau tolakan) terhadap sebuah obyek, sedangkan sifat berbeda dengan itu.

Sifat dan Type. Menurut Gordon Allport, seseorang dapat memiliki suatu sifat tertentu tetapi tidak bisa memiliki sebuah type. Type sendiri merupakan konstruksi yang ideal dari hasil belajar dan type seseorang bisa disesuaikan dengan hal-hal tersebut tetapi memiliki konsekuensi mengabaikan sifat khas dari individu itu sendiri. Sifat bisa menggambarkan ciri khas pribadi seseorang, berbeda dengan type yang justru menyembunyikannya. Type akan menggambarkan perbedaan tidak natural yang kurang sesuai terhadap realitasnya, sedangkan sifat ialah cerminan yang asli dari apa yang sebenarnya.

Sifat (traits) serta kebiasaan (habits).

Sifat itu sendiri merupakan kecondongan determinasi yang kurang lebih lebih bersifat general, sedangkan habits memiliki kecondongan yang lebih spesifik.

Macam-macam sifat (traits) menurut Gordon Allport

Sifat umum (bersama) dan sifat individual

Sifat-sifat yang akan selalu terdapat pada seorang individu dan tidak terdapat dalam lingkungan. Sifat tersebut berkembang lalu menjadi kecenderungan dengan cara yang khusus sesuai terhadap pengalaman masing-masing orang. Sifat umum ini berbeda sifat yang aslinya, tetapi hanyalah bagian yang bisa dinilai daripada sifat individu kompleks. Sifat umum menggambarkan aspek pribadi yang bisa diukur. Sifat individual yang memiliki nilai gambaran kasar disebut dengan sifat umum atau sering disebut sifat nomotheis. Sifat yang khusus adalah sifat khas tertentu yang hanya ada pada diri orang tersebut.

Sifat pokok, sifat sentral dan sifat sekunder

Sifat pokok sering disebut cardinal traits, adalah kualitas dominan yang hanya ada pada satu individu tertentu (Gordon Allport, 1951)

Sifat central atau central traits memiliki ke-khas-an serta merupakan kecenderungan seseorang yang sangat mencolok / karakteristik dan sering berfungsi baik hingga mudah dikenali.

Sifat sekunder atau secondary traits ialah sifat yang berfungsi cukup terbatas, kurang dapat menunjukkan diskripsi kepribadian, serta lebih terpusat atau spesifik pada respon dan stimulus yang cocok.

Sifat ekspresif

Sifat ekspresif adalah kecenderungan yang menempelkan warna atau memengaruhi bentuk dari tingkah laku individu serta dapat memberi corak pada tingkah laku individunya, contohnya ulet.

Intensi meripakan keinginan individu tentang masa depannya dirinya, mengenai harapan, tentang keinginan, ambisi pribadi, cita-cita orang.

Propium

Semua fungsi dari self atau ego lebih sering disebut dengan propium oleh Allport (propriate function) ketimbang kepribadian. Fungsi-fungsi yang ada tersebut termasuk juga kesadaran jasmanai, self esteem, self identity, self extention, self image, rational thingking, fungsi mengenal dan propriate striving. Semuanya adalah bagian penting yang ada dalam kepribadian. Propium itu bukan merupakan hasil genetika namun berkembang saat proses perkembangan manusia.

Propium berkembang mulai dari masa prenatal sampai pada remaja atau adolescence dan hal ini memiliki tujuh tingkatan tersendiri (penentu kepribadian yang sehat). (Gordon Allport dalam Schultz, 199) mengatakan terdapat tujuh tingkatan propium tersebut.

Diri jasmaniah

Perasan individu mengeai diri, bukan bentuk dari warisan genetik melainkan tetbangun karena proses belajar.

Identitas diri (perasaan identitas diri).

Individu atau anak mulai memahami akan identitas dari dirinya lewat nama yang ia memiliki untuk membedakan dirinya dengan individu lain. Nama merupakan lambang kehidupan baginya untuk mengenal diri sendiri, untuk melewati serta bertahan dari berbagai pengalaman yang selau berubah.

Harga diri.

Ini sangat erat dengan perasaan bangga individu terhadap dirinya, hal ini terlihat saat memasuki usia 2 tahun saat fase menentang atau distruktif dan rasa ingin menguasai, masa ini deperlihatkan dengan faktor peran orang tua yang berada dalam sistem keluarga. Selanjutnya timbulnya harga diri seseorang pada saat memenuhi kebutuhan otonomi diri, yaitu usia 6-7 th, saat harga diri ditentukan dari semangat bersaing bersama rekan sebayanya.

Perluasan diri self ex(tention).

Mulai pada usia 4 tahun seorang anak menyadari nama yang ia miliki, benda kesukaannya, lingkungannya. Mereka akan belajar nengenai arti nilai. Disinilah tempat kemampuan seorang anak mengalami perpanjangan atau perluasan sudut pandang.

Gambaran diri.

Gambaran diri ini berkembang melalui hasil interaksi dua pihak yaitu anak dan orang tua. Lewat reward dan punishment harapan-harapan dari orang tua dipahami oleh anak. Dengan memahami harapan tersebut akan muncul perasaan tangungjawab secara moral serta rumusan diri mengenai tujuan hidupnya.

Diri sebagai perilaku rasional.

Setelah seorang anak mulai masuk sekolah, diri sendiri sebagai perilaku berlandaskan rasional mulai muncul. Aturan serta harapan yang baru dipahami melalui teman bermain serta pengajar, disinilah tinbul tantangan kecerdasan dalam menyelesaikan problem secara logis dan .rasional

Perkembangan propium (Propriate Striving). Menurut Gordon Allport, masa penting ini adalah masa yang akan menentukan, akan munculnya identitas dari diri, melakukan pencararian diri agar berkembang menuju masa depan melalui tujuan serta harapan jangka panjang. Saat berada di masa ini akan terjadi tarik menarik dari teman serta orang tua untuk hal pencarian diri, terjadi gejolak diri mengginakan kedok-kedok agar dapat menemukan kepribadian seperti orang dewasa. Terjadinya hal seperti kegagalan atau kekecewaan yang terjadi di setiap tingkat tertentu dapat melumpuhkan penampilan yang terdapad di tingkat berikutnya, dan hal ini akan menghambat integrasi yang berkesinambungan pada tingkat itu. Sehingga pada dasarnya, pengalaman masa kecil juga amat penting untuk membentuk serta menentukan pribadi yang sehat.

Kepribadian, watak dan temperamen.

Kepribadian menurut Gordon Allport

Kepribadian menurut allport merupakan sistem terorganisir yang bersifat dinamis, dan tetap berkembang serta berubah. Kepribadian tidaklah bersifat eksklusif (semata-mata) dari mental serta bukan juga semata-mata dari neural. Kepribadian mencakup raga dan jiwa (tak dapat dipisah) dalam sebuah kesatuan. Kepribadian terdapat dalam perilaku khusus yang muncul dalam diri seorang individu.

Watak Menurut Gordon Allport

Watak lebih bersifat menunjuk pada aspek normatif.

Temperamen

Temperamen ialah kecenderungan yang sangat erat berkaitan faktor fisiologis dan biologis sehingga tidak banyak mengalami modifikasi saat proses perkembangannya. Genetika memegang peranan yang begitu penting saat proses pembentukan tempramen ini. Temperamen merupakan potongan yang lebih spesifik dari kepribadian. 

Temperamen merupakan gejala karakteristik yang menjadi sifat emosi seorang individu, termasuk apakah seseorang mudah atau tidak kena stimulus yang memancing emosi, kekuatan diri dan kecepatannya bereaksi terhadap hal tersebut, kualitas dari kontrol suasana hati, segala aspek yang muncul dari fluktuasi serta intensitas perasaan dalam hati, gejala ini berkaitan kepada aspek konstitusional dan bermuara dari keturunan atau genetik (Allport, 1951)

Sifat-sifat dari kepribadian yang sehat Gordon Allport.

Tanda kepribadian yang stabil dan baik menurut Allport yakni:

Perluasan perasaan diri.

Dalam hal perluasan ini, seseorang harus merasakan langsung, mengamati sembari melakukan kegiatan di luar dengan cara penuh gairah produktif, terlibat pada aktivitas yang penuh dinamisasi.

Hubungan diri yang hangat dengan orang lain.

Individu yang baik secara psikologis dapat memperlihatkan keintiman (cinta) kepada orang tua, pasangan, anak dll. Kapasitas dalam keintiman ini adalah suatu wujud perluasan diri yang dapat memengaruhi kesehatan jiwanya. Ada dua jenis kehangatan dalam relasi denga individu lain, yaitu kapasitas bagi keintiman dan perasaan terharu. Syarat meningkatnya kapasitas keintiman yakni dengan bertumbuhnya identitas diri secara baik. Dalam hubungannya dengan rasa haru, individu yang sehat mempunyai kapasitas untuk mengerti kesakitan-kesakitan, ketakutan, penderitaan, kecemasan dan kegagalan.

Sikap empaty yang adalah sebuah dorongan imaginative berasal dari keinginannya untuk mengerti manusia lain pada umumnya. Perbedaan antara individu sehat dengan individu yang mengidap neurosis akan terlihat dari hubungan cinta. Orang dengan neurosis harus mendapat cinta yang jauh lebih banyak ketimbang kemampuan mereka memberi, apabila orang tersebut mememberi cinta pada seseorang maka terdapat syarat dan kewajiban tertentu atau timbal – balik. Cinta yang baik bagi orang sehat sebetulnya tanpa syarat, tidak mematikan atau mengikat.

Keamanan emosional Gordon Allport,

Adalah penerimaan diri individu terhadap kelebihan serta kelemahan dirinya meskipun ada sedikit konflik, tetap mengontrol emosi mereka serta mengembangkan stimulus emosinya untuk aktifitas yang produktif. Termasuk mampu menerima emosi positif maupun negatif orang lain atau dapat dikatakan mampu menghadapi kekecewaan. Mereka mempunyai persepsi realitas, melihat dunia dengan objektif serta realistis, mampu meneyelesaikan tugas dan tanggung jawab, memiliki pemahaman terhadap diri. Individu yang mempunyai tingkat pemahaman diri tinggi tidak akan memproyeksikan kulitas diri negatif pribadinya terhadap orang lain dan memiliki falsafah kehidupan yang akan mempersatukan.

Begitulah sedikit teori mengenai Gordon Allport, semoga bermanfaat.

Referensi: https://en.wikipedia.org/wiki/Gordon_Allport